Rabu, 22 Agustus 2012

mnemonic memory



MNEMONIC MEMORY



Pernahkah Anda melihat seseorang dengan daya ingat yang luar biasa yang mampu mengingat 20 deret angka tanpa ada yang tertukar tempatnya? Jika pernah, apakah Anda merasa iri melihat kehebatan orang tersebut karena dilahirkan dengan ingatan yang menakjubkan seperti itu?

Janganlah berkecil hati. Sebetulnya Anda juga memiliki potensi yang tidak kalah hebatnya dengan orang itu. Tidak percaya? Orang yang Anda anggap memiliki ingatan yang luar biasa itu tidak semata-mata dilahirkan dengan ingatan yang sedasyat itu. Mereka mendapatkan kemampuan itu dengan cara berlatih. Kepandaian itu bukanlah karena faktor keturunan saja loh, tapi bisa dilatih dan dipelajari oleh setiap orang.
Mengasah dan mempertajam daya ingat bukanlah pekerjaan yang sulit dan tidak bisa diupayakan. Cara yang dibutuhkan juga sangat mudah dan menyenangkan. Cara tersebut dikenal dengan nama mnemonic.
Teknik mnemonic ini merupakan cara mengingat kata/istilah/nama yang sulit dengan membuat plesetan dari kata tersebut. Misalnya stomata menjadi mata atau tomat. Yang perlu diingat, plesetan yang Anda buat harus mengandung arti, berkesan, dan sudah dikenal. Mengapa demikian? Agar saat Anda mengingat kata aslinya Anda tidak mengalami kesulitan karena kata-kata plesetan tersebut sudah tersimpan di file memori Anda.
Jangan membuat kata baru yang asing buat Anda sendiri, nanti tambah bikin bingung!
Dengan teknik mnemonic ini Anda dapat mengingat kata/istilah/nama yang sulit dalam waktu singkat. Tapi..., tunggu dulu! Tidak semua kata/istilah/nama harus Anda plesetkan. Kata/istilah/nama yang secara alami sudah Anda ingat, tidak perlu Anda buat dalam bentuk plesetan lagi, bikin susah.

Coba Anda hafalkan contoh di bawah ini dalam waktu 2 menit!
Negara              Ibukota
Irak                   Baghdad
Turki                 Ankara
Islandia             Reykjavik
Spanyol             Madrid
Hoduras            Tegucigalpa
Mongolia           Ulan Bator


Strategi apa yang Anda gunakan untuk menghafal contoh di atas? Apakah Anda membacanya secara berulang-ulang? Atau Anda akan menulisnya berulang kali sampai hafal? Sekarang, coba Anda hafalkan dengan cara berikut ini!

Ira pake kaos gambar badak dari Turki ber-angka 3.
Dia mengejar Reyja yang konyol dan males mandi dengan motor Honda yang lupa dikunci.
Akhirnya dia mampir beli mangga di jalan batu.


Bagaimana? Jauh lebih mudah kan? Pastinya jauh lebih cepat, juga menyenangkan jika dibandingkan dengan berkomat-kamit seperti mbah dukun. Pertanyaannya, bagaimana caranya?
Mari ikuti petunjuk berikut!
1. Temukan kata/istilah/nama sulit yang perlu Anda ingat. Jika perlu beri tanda seperti garis bawah atau diberi warna.
2. Kemudian buatlah plesetan dari kata/istilah/nama sulit itu. Ingat prinsip yang sudah dikemukakan di awal,
"berarti, berkesan, sudah dikenal". Anda bisa juga menggunakan kata-kata lucu.
3. Jika suka, Anda bisa mengubah plesetan tersebut ke dalam bentuk gambar. Loh kog gambar? Kenapa?
Karena ternyata otak lebih suka menyimpan gambar dan simbol-simbol, bukan kata-kata.
Contoh sederhananya begini. Jika Anda membayangkan sebuah gelas, Anda tentu mengingat sebuah benda bening
berbentuk tabung yang biasa Anda gunakan untuk minum, bukan tulisan G E L A S kan?

Contoh:

Sitoplasma = toples
Centriol = centi
Kromosom = keramas
Cornelis de Houtman = kornet

4. Lakukan review [mengulang]. Bayangkan plesetan [gambarnya] hubungkan dengan kata aslinya. Mudah kan?
5. Terakhir, jangan lupa untuk terus berlatih dengan bermacam-macam kata/istilah/nama sulit.
Karena seampuh apapun teknik mnemonic ini, tetap akan jadi biasa jika tidak Anda biasakan menggunakannya.
Oya, teknik mnemonic ini bisa diaplikasikan pada anak-anak usia sekolah loh, mulai dari kelas 3 SD.

Oke, selamat berlatih!!!



Minggu, 15 Januari 2012

LEP (Long Exposure Photograph)

Ada beberapa gaya dan teknik dalam fotografi dan salah satu di antaranya adalah Long Exposure Photography (fotografi dengan exposure yang lama) yang merupakan salah satu cara paling keren mengambil gambar. Dengan teknik ini kita mungkin mendapatkan gambar yang menakjubkan dari kembang api, aliran air atau lalu lintas jalan.
Apa itu Long Exposure Photography (LEP)?
LEP mengacu pada shutter speed yang lama. Shutter speed yang lama merupakan teknik khusus untuk mengambil foto dengan membuka shutter kamera untuk waktu yang lama. Hal ini memungkinkan lebih banyak cahaya memasuki kamera sampai shutter tertutup. Secara teknis, kamera membaca lebih banyak data dari subyek, mengumpulkan detail-detail, dan menciptakan efek yang luar biasa.

LEP sering digunakan pada malam hari, ketika tidak ada banyak pencahayaan alami. Namun, teknik ini juga dapat digunakan pada siang hari untuk memberikan efek lembut seperti air yang mengalir atau awan yang bergerak.

Teknik yang terlibat dalam LEP adalah menggunakan pemandangan yang di dalamnya terdapat dua obyek, satu diam dan lainnya bergerak. Misalnya jalan raya. Ada kendaraan yang bergerak dan benda yang tidak bergerak seperti pohon dan bangunan. Ketika shutter terbuka untuk jangka waktu yang lama, efek seperti jejak cahaya kendaraan akan diciptakan.

Alat apa saja yang dibutuhkan untuk membuat foto LEP?

1. Shutter Speed

Untuk mengambil foto LEP, kamera membutuhkan shutter speed yang lebih lama, hingga beberapa menit atau bahkan satu jam.

2. Mode Manual

Saat mengambil foto LEP, pastikan untuk menggunakan mode Manual (M). Dengan begitu, kita akan memiliki kontrol penuh atas pengaturan di kamera – seperti aperture dan shutter speed. Jika menggunakan mode Auto (A) atau Program (P), kemungkinan gambar yang dihasilkan agak gelap.

3. Tripod

Tripod sangat penting dalam LEP. Ada kemungkinan kamera goyang saat pengambilan foto. Ketika shutter dibiarkan terbuka untuk waktu yang lama, kita harus memastikan bahwa kamera tidak goyang, jika tidak kita akan kehilangan kualitas foto sehingga menjadi blur.

Jika tidak memiliki tripod, maka dapat menempatkan kamera pada permukaan yang datar dan pastikan bahwa tempat tersebut tidak goyang.

4. Remote Control

Aksesori lain yang mungkin dibutuhkan adalah sebuah remote control. Kita dapat mengontrol kamera dari jarak jauh untuk menghindari penekanan tombol shutter untuk mengambil foto. Namun, hal ini tidak diperlukan jika kita cukup hati-hati saat menekan tombol shutter.
gambar-gambar dibawah ini merupakan contoh hasil jepretan orang-orang profesional dengan teknik LEP 


dan ini merupakan hasil jepretan saya sendiri dengan shutter speed 15s iso 200 aperture f11 dengan menggunakan media korek api.. :)

sebenarnya teknik LEP ini ga harus memakai kamera SLR. dengan kamera pocket pun juga bisa (asalkan jangan kamera HP.. :D) berikut adalah setingan untuk teknik LEP : 
mode : manual 
iso : 200 (bisa disesuaikan jika tempat agak gelap dapat dinaikan menjadi 400)
shutter speed : 5'' - tak terbatas (semakin lama maka pergerakan objek yg kita tangkap akan semakin banyak)
aperture : f9 - f11(tergantung selera)
#yg perlu diperhatikan dalam teknik ini selama shutter msi ditekan usahakan kamera dalam keadaan diam jangan ada pergerakan sedikitpun(atau hasilnya akan blur) percuma kan nunggu foto lama2 eh ternyata blur.. :D...
oke sekian dari saya...SELAMAT MENCOBA.. ^.^